img_0563Fakultas Teknologi Informasi Universitas Kristen Maranatha dipilih menjadi salah satu Universitas Partner oleh Bebras Indonesia dalam pelaksanaan Tantangan Bebras 2016.
Dalam rangka mempersiapkan guru-guru SMP/SMA untuk mengarahkan siswa-siswinya mengikuti Tantangan Bebras 2016, Fakultas Teknologi Informasi menyelenggarakan seminar dan workshop Bebras untuk guru-guru SMP/SMA pada hari Sabtu, 24 September 2016 di Laboratorium Fakultas Teknologi Informasi gedung GWM lantai 8.

Seminar “Computational Thinking for problem solving” disampaikan oleh Ibu Dr. Ir. Inggriani Liem, dosen Informatika STEI Institut Teknologi Bandung, yang juga Ketua Pembina TOKI (Tim Olimpiade Komputer Indonesia) yang menjadi wakil Bebras Indonesia pada workshop Bebras Internasional 2016 bulan Mei 2016 di Turki.
Workshop untuk latihan soal-soal yang telah lalu, disampaikan oleh Dr.Ir. Mewati Ayub, M.T., dosen jurusan Teknik Informatika Universitas Kristen Maranatha. Workshop bertujuan mempersiapkan guru-guru agar dapat mengarahkan siswa yang akan ikut serta Tantangan Bebras.
img_0605

Dalam seminar tersebut, Ibu Inggriani menyampaikan bahwa kemampuan memecahkan masalah (problem solving) merupakan kemampuan yang diperlukan baik untuk belajar, maupun dalam bekerja. Zaman sekarang adalah “era informasi”, komputer semakin diperlukan dalam kehidupan sehari-hari, bermasyarakat dan berprofesi. Oleh sebab itu computational thinking perlu diperkenalkan sedini mungkin. Selain diplot dalam kurikulum, diperlukan cara lain untuk memperkenalkan dan juga membuat siswa tertarik, misalnya melalui “lomba”, “challenge”, atau “olimpiade”. Di tingkat internasional, lomba yang berkaitan dengan kemampuan computational thinking adalah IOI (International Olympiad in Informatics) dan Bebras Challenge (Tantangan Bebras).

Berdasarkan informasi dari World Economic Forum, tiga skill utama yang diperlukan di dunia kerja pada tahun 2020 adalah complex problem solving, critical thinking, dan creativity. Mengacu ke hasil pisa test (math, science, reading) anak Indonesia yang sangat rendah, Ibu Inggriani sebagai pembina TOKI sangat ingin memajukan kemampuan berpikir komputasional dan kemampuan “problem solving” putra putri Indonesia mulai tingkat dini karena kemampuan itu akan mempermudah kami melatih anak-anak TOKI di tingkat nasional. Sehubungan dengan hal itu, melalui seminar Bebras ini, disampaikan sharing informasi tentang Bebras community yang setiap tahun menyelenggarakan Bebras challenge, lomba Computational Thinking yang dibuka online dan diadakan oleh kurang lebih 50 negara, untuk anak mulai kelas 3 SD (K-3) sampai dengan K-12.

Guru-guru sekolah SMP dan SMA yang berpartisipasi mengikuti acara seminar dan workshop Bebras adalah berasal dari SMP Sekolah Kuntum Cemerlang, SMPK 1 BPK Penabur, SMPK 5 BPK Penabur, SMPK Yahya, SMA Sekolah Kuntum Cemerlang, SMA Santa Angela, SMAK Bina Bakti 1, SMAK 3 BPK Penabur, SMAK Yahya, SMAN 22. Ada juga seorang dosen yang mewakili Universitas Jember. Setiap guru yang mengikuti seminar dan workshop Bebras mendapatkan akun untuk mengakses situs Olympia yang akan dipakai pada saat Tantangan Bebras.

Tantangan Bebras yang pertama kali digelar di Lithuania (www.bebras.org), merupakan aktivitas ekstra kurikuler yang mengedukasi kemampuan problem solving dalam informatika (computational thinking) dengan jumlah peserta terbanyak di dunia. Tantangan bebras yang akan diikuti siswa dilakukan di bawah supervisi guru. Tantangan ini dilakukan setiap tahun secara online melalui komputer.

Yang dilombakan dalam tantangan adalah sekumpulan soal yang disebut Bebras task. Bebras task disajikan dalam bentuk uraian persoalan yang dilengkapi dengan gambar yang menarik, sehingga siswa dapat lebih mudah memahami soal. Soal-soal tersebut dapat dijawab tanpa perlu belajar informatika terlebih dahulu, tapi soal tersebut sebetulnya terkait pada konsep tertentu dalam informatika dan computational thinking. Contoh bebras task dan pembahasannya dapat dilihat di halaman :
http://it.maranatha.edu/artikel/berlatih-problem-solving-secara-menarik-melalui-bebras-org/

Bebras task diberikan berdasarkan kelompok umur siswa, terdapat beberapa kelompok umur. Untuk tahun 2016, Tantangan Bebras Indonesia 2016 diadakan untuk tiga kategori:
– Siaga, untuk siswa SD 6 soal, 40 menit
– Penggalang, untuk siswa SMP 10 soal, 40 menit
– Penegak, untuk siswa SMA 12 soal, 40 menit

Tantangan Bebras untuk siswa SD/SMP/SMA di Indonesia akan digelar oleh Bebras Indonesia pada tanggal 8 November 2016 di Laboratorium Fakultas Teknologi Informasi untuk wilayah Bandung, melalui komputer secara online. Fakultas Teknologi Informasi Universitas Kristen Maranatha merupakan salah satu Universitas Partner yang dipercaya untuk menjadi mitra Bebras Indonesia dalam pelaksanaan Tantangan Bebras 2016.

ShareShare on FacebookTweet about this on Twitter