See our Partners.

Penggunaan internet di Indonesia telah berkembang pesat dalam beberapa dekade terakhir. Dengan berkembangnya penggunaan internet di Indonesian, jumlah pengguna media sosial juga semakin meningkat. Hal ini tentunya dapat menjadi sebuah kesempatan untuk para pengusaha untuk memasarkan bisnisnya melalui media sosial. Namun, sayangnya masih ada beberapa kalangan yang tidak mengetahui fakta ini. Oleh karena itu pada kesempatan kali ini Universitas Kristen Maranatha mengadakan sebuah seminar yang bertema “BIG IMPACT LOW COST” bersama dengan JNE pada tanggal 20 April 2016. Seminar ini tidak hanya ditujukan oleh kalangan mahasiswa, tapi juga kalangan umum  yang mempunyai ketertarikan untuk memulai usahanya menggunakan media sosial. Seminar ini bertujuan untuk memberikan berbagai macam strategi pengembangan UMKM dengan media sosial.

Secara ekslusif, seminar yang diadakan oleh Fakultas Teknologi Informasi tersebut mengundang tiga orang pembicara untuk menyampaikan materi yang dapat membantu para pengusaha untuk mengembangkan usahanya. Pembicara tersebut adalah Bapak Iyus Rustandi selaku Kepala Utama JNE cabang Bandung, Ibu Yenni Merlin Djajalaksana, MBA.,Ph.D selaku salah satu dosen Fakultas Teknologi Informasi, dan yang terakhir adalah Jodi Janitra seorang pengusaha muda sekaligus ketua HIPMI Jawa Barat. Selain ketiga pembicara tersebut hadir juga dekan Fakultas Teknologi Informasi Dr. Ir. Mewati Ayub, M.T. dan Ibu Edwina Yudianti selaku Kepala Regional JNE Jawa Barat yang datang untuk memberikan kata sambutan.

Cgd5PWIWIAEV8Zq.jpg large CgeXi9IWcAAtS_W.jpg large

Secara keseluruhan seminar terbagi menjadi empat sesi, yang pertama adalah sesi pengenalan produk-produk JNE. Bapak Iyus Rustandi mengawali sesi ini dengan memperkenalkan profil JNE dan menunjukan data statistik bahwa jumlah pelaku bisnis online di Indonesia telah meningkat drastis sejak tahun 2010. Sebesar 70% dari jumlah peningkatan tersebut merupakan bisnis online yang dilakukan secara individu, sedangkan 30% lagi berasal dari perusahaan-perusahaan E-Commerce yang secara tidak langsung telah memberitahu kita bahwa saat ini bisnis online merupakan bisnis yang cukup menjanjikan.

Pria yang kerap disapa Pak Iyus itu pun melanjutkan sesinya dengan pengenalan beberapa macam produk JNE yang kiranya dapat mempermudah para pengusaha untuk mendistribusikan produknya. Beberapa macam produk tersebut adalah sebagai berikut:

  1. JNE Trucking: Merupakan layanan pengiriman melalui jalur darat untuk barang dengan berat >10kg. Pada tahap awal, layanan ini hanya menjangkau Pulau Sumatera, Jawa dan Bali. Selain paket, layanan yang menggunakan truk berjenis double decker tersebut juga melayani pengiriman sepeda motor dengan tarif yang berbeda dari biasanya. Dengan menggunakan truk jenis tersebut diharapkan paket dapat diangkut lebih aman serta meminimalisir resiko kerusakan pada saat proses pengiriman. Perkiraan waktu pengiriman dengan layanan ini berkisar antara tiga sampai tujuh hari kerja tergantung pada kota pengirim dan tujuan.
  2. JNE International Shipment: Bertujuan untuk memperluas daerah jangkauan, JNE menjalin kerja sama bersama beberapa perusahaan serupa. Untuk paket tujuan Eropa, JNE bekerja sama dengan DHL. Untuk paket tujuan Asia, JNE bekerja sama dengan Sung Fung. Pada saat ini layanan JNE International Shipment ini telah menjangkau sekitar 250 negara.
  3. JNE Pick-Up Point (PIPO): Adalah layanan alternative pelanggan dalam proses penerimaan kiriman. Dengan JNE PIPO, pengirim dan penerima dapat memilih cara penyampaian kiriman dengan cara diambil sendiri di cabang JNE terdekat yang mempunyai layanan PIPO. Layanan ini sangat cocok bagi mereka yang mempunyai tingkat mobilitas tinggi dan tidak selalu berada di satu tempat atau tidak dapat menerima paket secara langsung. Mereka dapat meminta paket dikirimkan ke cabang JNE terdekat yang melayani PIPO untuk bisa diambil kapan saja dalam waktu lima hari sejak paket tiba.
  4. JNE Super Speed (SS): Layanan ini sangat tepat digunakan untuk pelanggan yang ingin paketnya dikirim sesegera mungkin. JNE SS adalah pengiriman paket atau dokumen peka waktu yang harus diberangkatkan secepat mungkin diluar jadwal rutin dan rute tetap JNE. Dengan menggunakan transport transportasi udara langsung ketujuan, sepanjang jadwal penerbangan tersedia diharapkan paket dapat diterima dalam kurun waktu kurang dari 24 jam sejak dari penjemputan di tempat pengirim. Pengirim akan menerima SMS berita keberhasilan pengiriman paket.
  5. JNE Jemput ASI Seketika (JESIKA): Merupakan sebuah produk dan inovasi baru dari JNE untuk menjawab kebutuhan ibu-ibu menyusui tanpa menghalangi aktivitas sehari-hari. JESIKA memberikan layanan penjemputan ASI dari tempat aktivitas hingga pengantaran ketempat tujuan. JESIKA akan memberikan ketenangan dan kenyamanan bagi ibu-ibu menyusui karena menggunakan model pengantaran sepeda motor yang dilengkapi tas berpendingin khusus, ice pack, plastic klip bersegel, dan barcode untuk menjaga kualitas ASI dan mencegah tertukar dengan ASI lain selama pengiriman.

Perkenalan berbagai macam produk JNE itu sekaligus menjadi penutup dar sesi pertama seminar kita akhir ini, tidak lama setelah itu sesi kedua dari seminar ini di mulai dengan Ibu Yenni Merlin Djajalaksana, MBA.,Ph.D sebagai pembicara. Dosen yang sekaligus pengusaha itu memulai sesinya dengan memaparkan kelebihan-kelebihan yang bisa didapat dari bisnis online yang salah satunya adalah sebagai berikut:

  1. Bisnis online mempunyai jangkauan lebih luas karena pembeli tidak hanya berasal dari masyarakat sekitar, namun juga berasal dari daerah yang jauh sekalipun. Jangkauan yang dimaksudkan di sini bukan hanya sebatas pembeli tetapi juga pemasaran produk, karena media sosial dapat menjangkau seluruh belahan dunia selama memiliki akses internet.
  2. Dengan modal yang kecil kita sudah dapat membuat bisnis kita sendiri. Hal ini dikarenakan pengusaha tidak harus mempunyai toko secara fisik. Transaksi dan produk dapat dilakukan secara online. Hanya dengan satu orang kita dapat melayani banyak orang sekaligus yang secara tidak langsung juga menghemat upah tenaga kerja.
  3. Biaya pemasaran murah, bahkan hampir bisa dibilang biaya pemasaran adalah nol rupiah. Di internet terdapat berbagai macam penyedia layanan media sosial yang tidak berbayar dan mempunyai banyak user. Sehingga pemasaran melalui media sosial merupakan suatu peluang yang dapat dimanfaatkan untuk melakukan pemasaran produk-produk kita. Terlebih lagi pada saat ini sosial media merupakan salah satu bentuk komunikasi yang paling strategis didunia.
  4. Dengan adanya berbagai macam kelebihan diatas bisa dikatakan bahwa bisnis online mempunyai pengaruh yang lebih besar dari bisnis konvensional. Bisnis online dapat menyediakan berbagai macam produk yang bahkan sulit didapat pada daerah-daerah tertentu dengan harga yang relatif lebih terjangkau.

Apabila kita melihat kembali, kelebihan-kelebihan bisnis online diatas merupakan suatu keuntungan bagi pihak pembeli. Lantas apakah kita sebagai penjual mendapat keuntungan dari berbisnis online? Tentu saja sebagai penjual kita juga dapat merasakan keuntungan dalam menjalani bisnis online. Keuntungan yang dirasakan oleh penjual ternyata juga tidak kalah dengan apa yang dirasakan oleh pembeli, yaitu adalah:

  1. Lokasi menjadi lebih fleksibel dengan tidak adanya toko secara fisik. Hal ini dapat mempermudah kita melakukan komunikasi dengan pembeli walau kita mempunyai tingkat mobilitas yang tinggi. Kita dapat berkomunikasi dengan semua pelanggan menembus batasan ruang.
  2. Waktu juga menjadi lebih fleksibel. Keuntungan satu ini berkaitan erat dengan keuntungan sebelumnya. Karena tidak mempunyai bentuk fisik, maka komunikasi tidak dibatasi dengan waktu istirahat, buka toko dan tutup toko. Sehingga kita dapat mengelola usaha kapan pun kita mempunyai waktu senggang.
  3. Bisnis online menyediakan kemudahan bagi mereka yang mempunyai pekerjaan lain selain menjalankan usahanya. Bisnis online dapat dilakukan kapan pun dan di mana pun sehingga kemungkinan kecil dapat menggangu pekerjaan lain yang sedang kita lakukan sekarang.

Selain mengungkapkan kelebihan dari berbisnis online, Beliau juga tak lupa untuk memberikan tips-tipsnya bagi para pengusaha bisnis online supaya dapat berjalan dengan baik. Berikut adalah tips-tipsnya:

  1. Pilih lokasi pemasaran sestrategis mungkin. Melakukan pemasaran di media sosial yang mempunyai tingkat user aktif yang tinggi tentunya dapat menjangkau pembeli lebih banyak. Pemilihan tempat pemasaran merupakan kunci paling penting dalam kesuksesan berbisnis online.
  2. Buatlah penampilan yang menarik. Foto atau gambar yang menarik dapat meningkatkan ketertarikan pembeli dalam memilih suatu produk. Beberapa poin penting yang harus ditekankan dalam penampilan produk adalah info yang jelas, gambar yang lengkap, keunikan, bersifat mengajak dan yang pasti tidak menipu konsumen dengan gambar yang tidak sesuai dengan produk.
  3. Layanan prima. Percaya atau tidak, pembeli dapat berpindah ke lain tempat apabila layanan di tempat lain jauh lebih baik. Oleh karena itu, layanan juga dapat berpengaruh pada kelancaran bisnis online. Kita dapat meningkatkan kualitas pelayanan dengan beberapa cara seperti respon yang cepat, penjelasan yang rinci dan akurat, ramah, bersahabat dengan pembeli.
  4. Berikan kemudahan dalam bertransaksi. Tidak ada seorang penjual pun yang ingin menemui kesulitan dalam menjalankan bisnisnya. Hal ini juga berlaku pada konsumen yang tidak ingin menemui kesulitan dalam hal pembayaran. Sediakanlah berbagai macam metode pembayaran, sehingga pembeli dapat dengan leluasa memilih metode pembayaran.
  5. Promosi produk. Pembeli tidak akan mengetahui produk apa saja yang kita jual apabila kita tidak melakukan promosi. Buatlah promosi yang unik dan menarik, usahakan promosi yang kita lakukan dapat membekas dihati pembeli.

Sungguh disayangkan bahwa apa yang disampaikan pada sesi kedua tersebut tidaklah cukup untuk menggambarkan secara keseluruhan kelebihan-kelebihan yang bisa diapat maupun tips-tips yang dapat mensukseskan kita dalam berbisnis online, karena waktu menjadi batasan para pembicara untuk memaparkan materinya. Sesi ketiga ini tidak kalah menarik dari sesi sebelumnya, karena pada sesi ini giliran Jodi Janitra yang akan membagikan pengalamannya dalam membangun suatu bisnis. Jodi Janitra mengawali karirnya dengan membuka sebuah café pinggir jalan yang diberi nama Bober Café. Bober Café pada awalnya tidaklah seperti Bober Café yang kita kenal sekarang. Pada awal berdirinya Café yang didirikan pada tahun 2004 tahun itu hanya menjual mi instan, roti bakar, jus dan camilan lainnya yang biasa dapat kita jumpai di warung pinggir jalan pada umumnya. Dengan bermodal tekad dan modal sebesar Rp 4.000.000,00 Jodi mulai merintis usahanya dari nol.

Usaha Jodi dalam mengembangkan bisnisnya tidaklah mudah seperti yang dikira karena sejak berdiri pada tahun 2004 – 2009 Bober Café terus mengalami kerugian, hingga akhirnya Jodi pun terpaksa harus menutup kerugian tersebut dengan pendapatannya sebagai seorang DJ pada salah satu klub malam di Bandung. Salah satu masalah terberat yang pernah dialami pria berusia 27 tahun tersebut adalah ketika tempat yang biasa dikontrak akan berpindah tangan, Jodi terpaksa harus mengontrak tempat lain yang mempunyai harga sewa lebih mahal dan melebihi budget yang ada pada saat itu. Masalah ini memaksa Jodi untuk terus memutar otak, hingga pada akhirnya munculah ide untuk membuat bisnis persewaan mobil pengantin. Walau tidak mempunyai modal mobil mewah namun Jodi dapat menyiasati hal ini dengan meminjam mobil yang dimiliki oleh temannya. Dengan menggunakan system bagi hasil, bisnis yang kelihatannya mustahil itu dapat membuahkan keuntungan yang dapat dipakai Jodi mengembangkan Bober Café. Berkat semangat dan kegigihan Jodi, pada akhirnya Bober Café dapat menjadi salah satu tempat nongkrong favorit para remaja Bandung seperti yang kita kenal sekarang.

Perjalanannya dalam merambah dunia bisnis tidak berakhir di situ saja. Jodi mendapatkan suatu tantangan baru dalam berbisnis ketika dirinya mendapat permintaan dari orang tuanya untuk menjalankan bisnis keluarga yang memang sudah dijalankan sejak lama. Keluarga Jodi mempunyai bisnis roti kering yang diberi nama J&C Cookies. Para kerabatnya pun juga mempunyai bisnis serupa yang bernama Ina Cookies dan Ladifa Cookies karena pada dasarnya bisnis roti kering ini merupakan bisnis keluarga, namun ketiga usaha tersebut dikelola sendiri oleh keluarga masing-masing. Menjalankan bisnis roti kering tentunya mempunyai masalah dengan menjalankan bisnis café, akan tetapi karena keterbatasan waktu pria yang pernah di dropout dua kali tersebut hanya menjelaskan secara singkat mengenai masalah yang dihadapinya saat menjalankan bisnis roti kering. Salah satu masalah tersebut adalah ketika kualitas susu yang didapat dari peternakan Indonesia tidak dapat digunakan untuk membuat butter dengan kualitas yang bagus. Keterbatasan ini tidak lantas membuat Jodi menyerah begitu saja, Jodi mengundang pakar dari Belanda untuk membantunya membuat butter dengan kualitas yang bagus menggunakan susu yang didapat dari peternakan Indonesia. Usahanya mengundang pakar dari Belanda tidaklah sia-sia karena akhirnya Jodi bisa mendapatkan butter dengan kualitas yang baik. Sepak terjang Jordi dalam bisnis kue kering kian menjadi-jadi saat dirinya berhasil menciptakan suatu perusahaan bernama PT. Bonli Cipta Sejahtera yang merupakan gabungan dari tiga perusahaan kue kering yaitu, J&C Cookies, Ina Cookies dan Ladifa Cookies. Prestasinya yang membanggakan ini juga membawa Jodi menjadi ketua HIPMI Jawa Barat mengalahkan pesaingnya yaitu Mustopa Dwi P dalam Musyawarah Daerah XV yang berlangsung pada tanggal 25-27 Agustus 2015.

Sampailah kita pada penghujung seminar pada kali ini, yaitu sesi tanya jawab dengan tiga orang pembicara yang telah memberika materinya dengan para peserta yang datang dalam seminar tersebut. Pada sesi terakhir ini peserta dipersilahkan untuk mengajukan pertanyaan apa saja yang bersangkutan dengan tema seminar kita kali ini. Sesi ini berlangsung selama kurang lebih 30 menit dan dilanjutkan dengan penutupan seminar yang ditandai dengan pembagian doorprize bagi peserta yang beruntung.

Demikianlah pembahasan kami mengenai seminar bertema “BIG IMPACT LOW COST” bersama dengan JNE. Semoga pembahasan ini dapat bermanfaat bagi para pembaca. Terima Kasih atas perhatianya. Jumpa lagi di pembahasan berikutnya. Salam Hangat Martin.