AWS Beberkan Cara Developer Lokal Dapat Manfaatkan AWS Region Jakarta

Sejak bulan Desember 2021, Indonesia secara resmi terhubung dengan infrastruktur global milik perusahaan penyedia layanan cloud, Amazon Web Services, Inc. (AWS) melalui AWS Asia Pacific (Jakarta) Region. Bagaimana kehadiran infrastruktur dan layanan cloud  ini dapat dimanfaatkan para pelanggan di Indonesia, khususnya para pengembang aplikasi, dalam mendorong inovasi?

Secara umum, para pengguna infrastruktur global AWS akan memperoleh manfaat berupa keamanan, ketersediaan, performa, skalabilitas, dan fleksibilitas. Misalnya dalam hal keamanan, sistem keamanan AWS akan secara otomatis mengenkripsi seluruh data yang berjalan di jaringan global, mulai dari data center, availability zone, dan region.

“Dan dengan adanya shared responsibility model antara AWS dan customer, customer selalu memiliki data mereka sendiri, dan mereka dapat membangun infrastruktur global yang paling aman, dilengkapi dengan fleksibilitas untuk melakukan (mulai dari) enkripsi hingga pemindahan data,” jelas Donnie Prakoso, Developer Advocate AWS, mengenai keamanan di infrastruktur cloud AWS.

Cara Mudah Migrasi Antar-Region

Lebih lanjut, dalam kesempatan konferensi pers yang digelar beberapa waktu lalu, Donnie Prakoso juga memaparkan beberapa use case umum yang dapat dilakukan para developer dalam memanfaatkan infrastruktur AWS Asia Pacific (Jakarta) Region.

Salah satu yang menarik adalah bagaimana memindahkan (migrasi) sumber daya database, storage, dan keseluruhan infrastruktur ke Region Jakarta.

Ketika para developer ingin memindahkan data, misalnya dari Amazon RDS, ke region lain dengan mempertahankan high availability pada sistem, AWS menyediakan AWS Database Migration Service. Donnie menjelaskan, dengan layanan migrasi ini, database sumber bisa tetap beroperasi secara penuh selama proses migrasi.

“(Database sumbernya) tidak perlu dimatikan atau dibuat snapshot terlebih dahulu sebelum di-load,” jelas Donnie. Ketika data sudah masuk ke database target, misalnya di Region Jakarta, dan disinkronisasi, proses replikasi bisa ditutup dan aplikasi akan langsung merujuk database destinasi.

Use case lainnya yang juga kerap dibutuhkan para developer adalah migrasi storage. Donnie menjelaskan ada tiga cara untuk memindahkan storage dari region lain ke Region Jakarta. Pertama, menggunakan CLI (command line interface) untuk mengcopy object dari source ke destination bucket.

Cara kedua adalah menggunakan Replication yang secara otomatis mereplikasi perubahan object di seluruh akun. Untuk menyalin object yang berjumlah besar, para developer dapat memanfaatkan S3 Batch Operations.

“Cara ini akan memudahkan customer dalam melakukan migrasi dari region lain ke Region Jakarta. Pelanggan tidak akan kehilangan data sama sekali, semua akan tercipta secara otomatis tanpa konfigurasi yang kompleks,” jelas Donnie.

Sementara untuk memindahkan infrastruktur dari satu region ke region lain, misalnya dari Region Singapore ke Region Jakarta, AWS menyarankan pelanggan memanfaatkan pendekatan Infrastructure as Code (IaC), yang disebut Donnie sebagai salah satu pilar penting dalam DevOps.

Donnie menjelaskan, dengan IaC, pengguna dapat melakukan provisioning resources yang predictable dan repetitif tanpa harus melakukan clicking manual. Salah satunya adalah menggunakan AWS Cloud Development Kit. Dengan tool ini, para developer bisa langsung mendefine cloud resources dari kode.

Bagaimana dengan pelanggan yang belum mengadopsi IaC? AWS menyediakan open source tool bernama Former 2 yang bisa melakukan mapping dari AWS resources menjadi template configuration dalam format AWS CloudFormation.

“Migrasi database, penyimpanan, dan infrastruktur sangat mudah di AWS. Artinya, developer dapat melakukan replikasi hingga migrasi data dari satu Region ke Region lainnya dalam hitungan detik,” ujar Donnie mengatakan.

Bagi startup dan perusahaan yang ingin beroperasi secara global, Donnie pun menjelaskan bahwa AWS juga memungkinkan pelanggan mendesain aplikasi untuk multi region sehingga setiap request yang masuk ke aplikasi bisa mendapatkan respons dari sistem dengan latensi paling rendah. “Ini use case yang cukup advanced tapi implementasinya sangat mudah,” komentar Donnie.

AWS Community Hero Ajak Belajar Teknologi Cloud

Sementara bagi Dosen Universitas Maranatha dan AWS Community Hero, Setia Budi, kehadiran AWS Asia Pacific (Jakarta) Region akan mendorong kalangan akademisi untuk meningkatkan pembelajaran mengenai teknologi komputasi awan atau cloud computing yang telah diadopsi secara meluas oleh industri.

“Kehadiran AWS Asia Pacific (Jakarta) Region di Indonesia akan mendorong adopsi cloud. Selain latensi yang lebih rendah dan berbagai manfaat lainnya, sektor industri yang memiliki standar kepatuhannya tersendiri, seperti layanan keuangan, pun dapat memanfaatkan cloud AWS dengan dibukanya AWS Asia Pacific (Jakarta) Region. Ini akan mendorong permintaan industri terhadap talenta digital yang menguasai cloud sebagai salah satu katalis utama transformasi digital,” Budi menambahkan.

Program pendidikan yang diprakarsai AWS, khususnya AWS Academy, dapat menjadi salah satu cara untuk meningkatkan kemampuan talenta digital dalam teknologi cloud. Setia Budi menuturkan bahwa, AWS Academy dirancang secara sistematis, sehingga mudah untuk disadur ke dalam lingkungan belajar-mengajar di kampus.

Budi juga memanfaatkan kanal YouTube-nya yang bernama Indonesia untuk melakukan edukasi teknologi, di mana salah satu topiknya adalah belajar cloud.  “Dalam waktu 3 tahun, kanal Indonesia Belajar telah memiliki sebanyak 80 ribu subscriber. Pertumbuhan ini tidak lepas dari dukungan AWS terhadap saya pribadi sebagai AWS Community Hero, antara lain dengan cara membagikan materi dan pelajaran, dan bahkan turut hadir sebagai pembicara di salah satu kesempatan,” jelasnya.

Sebagai informasi, AWS Community Hero merupakan predikat yang diberikan bagi para sosok yang giat memberikan edukasi kepada komunitas-komunitas peminat teknologi maupun awam.

Untuk mempelajari teknologi cloud, Budi juga mengajak bergabung dengan komuniktas AWS User Group Indonesia yang hadir di media sosial Facebook dan Telegram.

“Komunitas AWS User Group Indonesia terdiri dari basis pengguna yang sangat beragam dan inklusif. Terlepas dari latar belakangnya, setiap orang mempunyai hasrat yang tinggi untuk berbagi ilmu dengan teman-teman yang baru terjun ke dalam dunia cloud developer,” pungkas Setia Budi.

“Cara ini akan memudahkan customer dalam melakukan migrasi dari region lain ke Region Jakarta. Pelanggan tidak akan kehilangan data sama sekali, semua akan tercipta secara otomatis tanpa konfigurasi yang kompleks,” jelas Donnie.

Sementara untuk memindahkan infrastruktur dari satu region ke region lain, misalnya dari Region Singapore ke Region Jakarta, AWS menyarankan pelanggan memanfaatkan pendekatan Infrastructure as Code (IaC), yang disebut Donnie sebagai salah satu pilar penting dalam DevOps.

Donnie menjelaskan, dengan IaC, pengguna dapat melakukan provisioning resources yang predictable dan repetitif tanpa harus melakukan clicking manual. Salah satunya adalah menggunakan AWS Cloud Development Kit. Dengan tool ini, para developer bisa langsung mendefine cloud resources dari kode.

Bagaimana dengan pelanggan yang belum mengadopsi IaC? AWS menyediakan open source tool bernama Former 2 yang bisa melakukan mapping dari AWS resources menjadi template configuration dalam format AWS CloudFormation.

“Migrasi database, penyimpanan, dan infrastruktur sangat mudah di AWS. Artinya, developer dapat melakukan replikasi hingga migrasi data dari satu Region ke Region lainnya dalam hitungan detik,” ujar Donnie mengatakan.

Bagi startup dan perusahaan yang ingin beroperasi secara global, Donnie pun menjelaskan bahwa AWS juga memungkinkan pelanggan mendesain aplikasi untuk multi region sehingga setiap request yang masuk ke aplikasi bisa mendapatkan respons dari sistem dengan latensi paling rendah. “Ini use case yang cukup advanced tapi implementasinya sangat mudah,” komentar Donnie.

AWS Community Hero Ajak Belajar Teknologi Cloud

Sementara bagi Dosen Universitas Maranatha dan AWS Community Hero, Setia Budi, kehadiran AWS Asia Pacific (Jakarta) Region akan mendorong kalangan akademisi untuk meningkatkan pembelajaran mengenai teknologi komputasi awan atau cloud computing yang telah diadopsi secara meluas oleh industri.

“Kehadiran AWS Asia Pacific (Jakarta) Region di Indonesia akan mendorong adopsi cloud. Selain latensi yang lebih rendah dan berbagai manfaat lainnya, sektor industri yang memiliki standar kepatuhannya tersendiri, seperti layanan keuangan, pun dapat memanfaatkan cloud AWS dengan dibukanya AWS Asia Pacific (Jakarta) Region. Ini akan mendorong permintaan industri terhadap talenta digital yang menguasai cloud sebagai salah satu katalis utama transformasi digital,” Budi menambahkan.

Program pendidikan yang diprakarsai AWS, khususnya AWS Academy, dapat menjadi salah satu cara untuk meningkatkan kemampuan talenta digital dalam teknologi cloud. Setia Budi menuturkan bahwa, AWS Academy dirancang secara sistematis, sehingga mudah untuk disadur ke dalam lingkungan belajar-mengajar di kampus.

Budi juga memanfaatkan kanal YouTube-nya yang bernama Indonesia untuk melakukan edukasi teknologi, di mana salah satu topiknya adalah belajar cloud.  “Dalam waktu 3 tahun, kanal Indonesia Belajar telah memiliki sebanyak 80 ribu subscriber. Pertumbuhan ini tidak lepas dari dukungan AWS terhadap saya pribadi sebagai AWS Community Hero, antara lain dengan cara membagikan materi dan pelajaran, dan bahkan turut hadir sebagai pembicara di salah satu kesempatan,” jelasnya.

Sebagai informasi, AWS Community Hero merupakan predikat yang diberikan bagi para sosok yang giat memberikan edukasi kepada komunitas-komunitas peminat teknologi maupun awam.

Untuk mempelajari teknologi cloud, Budi juga mengajak bergabung dengan komuniktas AWS User Group Indonesia yang hadir di media sosial Facebook dan Telegram.

“Komunitas AWS User Group Indonesia terdiri dari basis pengguna yang sangat beragam dan inklusif. Terlepas dari latar belakangnya, setiap orang mempunyai hasrat yang tinggi untuk berbagi ilmu dengan teman-teman yang baru terjun ke dalam dunia cloud developer,” pungkas Setia Budi.

Repost: https://infokomputer.grid.id/read/123132253/aws-beberkan-cara-developer-lokal-dapat-manfaatkan-aws-region-jakarta?page=2

ONLINE SEMINAR KEBUTUHAN TEKNOLOGI INFORMASI DALAM DUNIA MEDIS

Pandemi membuat kita sadar akan pentingnya bidang kesehatan. Penasaran bagaimana teknologi informasi dapat memajukan bidang tersebut di Indonesia? Ikuti webinar Health Informatics yang diadakan oleh Universitas Kristen Maranatha bersama dr Lusiana Darsono, M. Kes (Dosen Tetap Fakultas Kedokteran), dan Aulia Zahrina Qashri, S. Kom, MMedSci, M. Sc (Product Manager Digital Transformation Office Kemenkes RI).

Kita akan bahas pentingnya teknologi informasi dalam ranah kesehatan. Selain ditujukan bagi siswa-siswi yang ingin bekerja di IT bidang kesehatan, webinar ini juga terbuka bagi yang tertarik untuk memulai startup IT bidang kesehatan. Jenis startup tersebut mulai populer semenjak pandemi dan akan dapat membantu banyak orang!

Come and join us! No limits no boundaries!

𝐃𝐞𝐧𝐠𝐚𝐧 𝐦𝐞𝐧𝐠𝐢𝐬𝐢 𝐟𝐨𝐫𝐦 𝐩𝐞𝐧𝐝𝐚𝐟𝐭𝐚𝐫𝐚𝐧 𝐝𝐚𝐧 𝐡𝐚𝐝𝐢𝐫 𝐩𝐚𝐝𝐚 𝐬𝐚𝐚𝐭 𝐰𝐞𝐛𝐢𝐧𝐚𝐫, 𝐚𝐧𝐝𝐚 𝐚𝐤𝐚𝐧 𝐦𝐞𝐧𝐝𝐚𝐩𝐚𝐭𝐤𝐚𝐧 𝐬𝐞𝐫𝐭𝐢𝐟𝐢𝐤𝐚𝐭 𝐩𝐚𝐫𝐭𝐢𝐬𝐢𝐩𝐚𝐬𝐢. 𝐃𝐚𝐭𝐚 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐚𝐧𝐝𝐚 𝐛𝐞𝐫𝐢𝐤𝐚𝐧 𝐩𝐚𝐝𝐚 𝐟𝐨𝐫𝐦 𝐢𝐧𝐢 𝐚𝐤𝐚𝐧 𝐤𝐚𝐦𝐢 𝐣𝐚𝐦𝐢𝐧 𝐤𝐞𝐫𝐚𝐡𝐚𝐬𝐢𝐚𝐚𝐧𝐧𝐲𝐚.

Link Pendaftaran Online: http://s.id/ITMedis

Link Zoom
Hari : Sabtu 29 Jan 2022
Waktu : 10.00 – 12.00
Link Zoom : https://zoom.us/j/9996967788
Meeting ID : 999 696 7788
Passcode : MARANATHA

Link Youtube: http://s.id/ITMedisYoutube

9 Jurusan Kuliah Ini Punya Banyak Peluang Kerja 5-10 Tahun Mendatang

Sejumlah jurusan kuliah diprediksi memiliki peluang kerja hingga 2030 mendatang. Menurut laporan World Economic Forum (WEF) dalam The Future of Jobs Report 2020, terdapat 20 profesi yang akan banyak dicari di pasar tenaga kerja.
Mayoritas profesi yang banyak diincar berada di bidang digital, mulai dari bisnis digital hingga keamanan siber. Profesi tersebut membutuhkan banyak skill, mulai dari pemikiran analitis dan inovasi, kreativitas, penggunaan teknologi, hingga pemecahan masalah yang kompleks.

Jurusan yang Berpeluang Kerja Tinggi
WEF memprediksi, pekerjaan yang akan populer beberapa tahun mendatang antara lain Analis Data dan Ilmuwan, Spesialis Artificial Intelligence (AI), Spesialis Pemasaran dan Strategi Digital, dan Spesialis Transformasi Digital. Untuk menuju ke sana, kalian dapat menekuni bidang keilmuan yang berkaitan dengan profesi tersebut di perguruan tinggi.

Berikut 9 jurusan kuliah yang dapat diambil oleh calon mahasiswa yang ingin berkarier di bidang digital:

1. Teknologi Sains Data
Lulusan jurusan Teknologi Sains Data diprediksi banyak dilirik perusahaan 5-10 tahun mendatang. Selama kuliah, mahasiswa akan banyak belajar seputar Big Data atau data skala besar.

Sejumlah universitas di Indonesia sudah banyak yang membuka jurusan ini. Mulai dari Universitas Airlangga, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, IPB University, Universitas Kristen Maranatha, hingga Binus University.

2. Manajemen dan Bisnis
Manajemen dan Bisnis menjadi jurusan yang memiliki peluang kerja tinggi. Pasalnya, selama kuliah mahasiswa akan banyak belajar tentang ilmu manajemen, analisis bisnis, dan kewirausahaan yang tentunya dibutuhkan di dunia industri.

Beberapa perguruan tinggi terbaik yang membuka jurusan Manajemen dan Bisnis di antaranya Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung, IPB University, Universitas Kristen Maranatha, hingga Binus University.

3. Digital Marketing
Tidak bisa dipungkiri mahasiswa lulusan jurusan Digital Marketing bakal laku di pasar tenaga kerja. Mahasiswa akan mengembangkan kemampuan strategi pemasaran digital, optimalisasi media sosial, hingga analisis pasar.

Jurusan ini tersedia di sejumlah universitas, seperti Universitas Padjadjaran, Universitas Kristen Maranatha, Universitas Ciputra, hingga Universitas Prasetya Mulya. Jurusan serumpun yang dibutuhkan antara lain Manajemen, Ilmu Bisnis, Statistika, Matematika Bisnis, dan Ilmu Komunikasi.

4. Data Science dan Artificial Intelligence
Jurusan kuliah yang bakal banyak dicari lainnya adalah Data Science dan Artificial Intelligence. Mahasiswa akan banyak belajar seputar produk inovasi dengan menggunakan ilmu komputer. Biasanya jurusan ini tergabung dalam Informatika.

Calon mahasiswa dapat mengambil jurusan yang berhubungan dengan Data Science dan Artificial Intelligence di Universitas Airlangga, Institut Teknologi Bandung, Universitas Kristen Maranatha, hingga Universitas Surabaya.

5. Teknik Informatika
Hampir sama dengan Data Science dan Artificial Intelligence, mahasiswa Teknik Informatika akan mempelajari ilmu yang lebih luas terkait teknologi komputer. Jurusan ini cocok diambil bagi kalian yang tertarik dalam pelajaran matematika.

Jurusan Teknik Informatika tersedia di berbagai perguruan tinggi seperti Universitas Kristen Maranatha. Bahkan, hampir semua perguruan tinggi negeri di Indonesia membuka jurusan ini.

6. Sistem Informasi
Masih seputar data digital, jurusan Sistem Informasi dapat menjadi rekomendasi bagi kalian yang ingin berkarier di bidang digital lima sampai 10 tahun mendatang. Jurusan ini mempelajari tentang sistem kerja perangkat lunak dan perangkat keras yang berhubungan dengan data.

Sama seperti Teknik Informatika, jurusan ini tersedia di berbagai perguruan tinggi baik negeri maupun swasta. Beberapa perguruan tinggi dengan jurusan Sistem Informasi terbaik antara lain Universitas Brawijaya, Universitas Negeri Semarang, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Universitas Kristen Maranatha dan Universitas Airlangga.

7. Industrial Robotic Design
Jurusan Robotik juga bakal laku di pasar tenaga kerja beberapa tahun mendatang, bahkan sudah mulai banyak diincar belakangan ini. Setelah lulus, mahasiswa dapat berkarier sebagai Process Automation Specialist.

Beberapa perguruan tinggi yang menyediakan jurusan ini antara lain Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Universitas Sebelas Maret, Universitas Kristen Maranatha dan Politeknik Elektronika Negeri Surabaya.

8. Cyber Security
Seiring dengan perkembangan digital, orang yang memiliki kompetensi di bidang Cyber Security sangat dibutuhkan di sana. Selama kuliah, mahasiswa akan belajar tentang sistem proteksi yang digunakan di dunia maya.

Jurusan Cyber Security tersedia di berbagai universitas seperti Universitas Kristen Maranatha, Binus University, Universitas Padjadjaran, hingga Universitas Gadjah Mada.

9. Teknologi Bisnis Digital
Jurusan kuliah yang punya banyak peluang kerja lainnya adalah Teknologi Bisnis Digital. Mahasiswa akan belajar seputar bisnis digital yang berkaitan dengan marketplace, big data, hingga kecerdasan buatan.

Jurusan Teknologi Bisnis Digital biasanya banyak tersedia di universitas swasta. Mulai dari Universitas Kristen Maranatha, Universitas Prasetya Mulya hingga Universitas Multimedia Nusantara.

Source: https://www.detik.com/edu/perguruan-tinggi/d-5894827/9-jurusan-kuliah-ini-punya-banyak-peluang-kerja-5-10-tahun-mendatang

Pengumuman Pemenang Bebras Challenge 2021 Biro Universitas Kristen Maranatha

Berdasarkan pengumuman hasil Tantangan Bebras 2021 pada situs Bebras Indonesia (http://bebras.or.id/v3/pengumuman-hasil-bebras-indonesia-challenge-2021/), kami memutuskan pemenang Bebras Challenge 2021 di Biro Bebras Universitas Kristen Maranatha untuk tingkat SD (SiKecil dan Siaga), SMP (Penggalang), dan SMA (Penegak) ditentukan berdasarkan nilai (grade) yang diperoleh dalam lomba dari setiap peserta.

Untuk hasil perlombaan dapat dilihat pada link berikut ini: PengumumanTB2021BiroMaranatha-update

Kami ucapkan Selamat kepada seluruh peserta khususnya bagi para pemenang. Bagi peserta yang belum berhasil menjadi pemenang, tahun depan dapat mencoba kembali dengan persiapan yang lebih baik. Bagi para pemenang, penyerahan hadiah dari Biro Bebras Universitas Kristen Maranatha akan diinformasikan lebih lanjut via Whatsapp-Group Biro. Kiranya Tuhan memberkati kita semua.

Tantangan Bebras 2021 : Menantang Kebebasan Berpikir Siswa

   

Pemecahan masalah (problem solving) merupakan kemampuan yang diperlukan baik untuk belajar, maupun dalam bekerja. Apalagi dalam kondisi pandemi Covid-19 saat ini, komputer semakin diperlukan dalam kehidupan sehari-hari, bermasyarakat dan berprofesi. Oleh sebab itu computational thinking perlu diperkenalkan sedini mungkin. Selain diplot dalam kurikulum, diperlukan cara lain untuk memperkenalkan dan juga membuat siswa tertarik, misalnya melalui “lomba”, “challenge”, atau “olimpiade”. Di tingkat internasional, lomba yang berkaitan dengan kemampuan computational thinking adalah IOI (International Olympiad in Informatics) dan Bebras Challenge (Tantangan Bebras).

Berdasarkan informasi dari World Economic Forum, tiga skill utama yang diperlukan di dunia kerja pada tahun 2025 adalah complex problem solving, critical thinking, dan creativity. Mengacu ke hasil PISA test (math, science, reading-https://www.oecd.org/pisa/) anak Indonesia yang rendah, Ibu Dr. Inggriani Liem sebagai Ketua NBO Bebras Indonesia sangat ingin memajukan kemampuan berpikir komputasional dan kemampuan “problem solving” putra putri Indonesia mulai tingkat dini karena kemampuan itu akan membekali siswa dengan kemampuan yang diperlukan untuk survive dalam dunia digital saat ini serta mendukung tim untuk melatih anak-anak TOKI di tingkat nasional. Bebras community setiap tahun menyelenggarakan Bebras Challenge, lomba Computational Thinking yang dibuka online dan diadakan oleh  52 negara, untuk anak mulai SD, SMP  sampai dengan SMA (bebras.org).

Pada era pandemi saat ini, hampir semua aspek kehidupan sehari-hari diselesaikan dengan bantuan komputer. Oleh sebab itu, computational thinking menjadi salah satu elemen problem solving yang perlu diasah, salah satunya melalui soal-soal Bebras dalam Tantangan Bebras.

Pada tahun 2016, Indonesia bergabung dalam komunitas Bebras, dengan menyambut undangan Prof Valentina Dagiene, dengan menghadiri workshop international Bebras di Bodrum, Turki pada bulan Mei 2016 yang diwakili oleh Ibu Dr. Inggriani Liem. Status Indonesia saat itu adalah : Observer. Pada tahun 2016, Indonesia pertama kali berpartisipasi dalam kompetisi Bebras sebagai observer. Ada sebanyak 1553 orang siswa di seluruh Indonesia yang berpartisipasi.

Tahun 2017, dalam pertemuan di kegiatan workshop Bebras internasional ke-24 di Brescia, Italia, yang diwakili oleh Ibu Dr. Inggriani Liem dari Indonesia, Indonesia diterima sebagai NBO (National Board Organization) Bebras, karena sudah berpartisipasi pada tahun sebelumnya secara penuh. Website Bebras Indonesia saat ini dapat diakses pada link  bebras.or.id.

Tantangan Bebras 2021 untuk siswa SD/SMP/SMA di Indonesia   digelar pada 9 sampai dengan 13 November 2021 secara daring penuh (full online), karena kondisi pandemi Covid-19. Jadi peserta Tantangan Bebras 2021 boleh melaksanakan di sekolah atau di rumah masing-masing.

Yang dilombakan dalam Tantangan Bebras adalah sekumpulan soal yang disebut Bebras Task. Bebras Task disajikan dalam bentuk uraian persoalan yang dilengkapi dengan gambar yang menarik, sehingga siswa dapat lebih mudah memahami soal. Soal-soal tersebut dapat dijawab tanpa perlu belajar informatika terlebih dahulu, tapi soal tersebut sebetulnya terkait pada konsep tertentu dalam informatika dan computational thinking.

Bebras Task diberikan berdasarkan kelompok umur siswa, terdapat beberapa kelompok umur. Untuk tahun 2021, Tantangan Bebras Indonesia 2021 diadakan untuk tiga kategori :

 1. Siaga, untuk siswa SD, terdiri dari SiKecil (kelas 1 sd 3) dan Siaga (kelas 4 sd 6)

2. Penggalang, untuk siswa SMP

3. Penegak, untuk siswa SMA

Biro Bebras Universitas Kristen Maranatha yang diwakili oleh Fakultas Teknologi Informasi  sudah menjadi mitra Bebras Indonesia (bebras.or.id) dalam pelaksanaan Tantangan Bebras sejak tahun 2016 sampai dengan saat ini. Dari seluruh Indonesia, peserta Tantangan Bebras 2021 ada sekitar 36.000 siswa. Peserta dalam lingkup Biro Bebras Universitas Kristen Maranatha yang mengikuti Tantangan Bebras 2021 ada 1901 orang siswa, dari SD sampai dengan SMA.

Pengumuman pemenang Tantangan Bebras 2021 di Biro Bebras Universitas Kristen Maranatha dapat dilihat pada link berikut ini. Khusus untuk pemenang tingkat SMA, akan mendapatkan voucher beasiswa apabila siswa pemenang mendaftar ke program studi di bawah naungan Fakultas Teknologi Informasi.

 

Jayden – SiKecil – SD Kuntum Cemerlang

 

Helena – Siaga – SDK BPK Penabur Tasikmalaya

Deitra – Siaga – SDK BPK Penabur Paskal

 

Gerald Aurelius P. – Penggalang – SMPK1 BPK Penabur Bandung

 

SMA Santa Maria 1 Bandung – Penegak